Latest Movie :
Recent POST
Showing posts with label Sejarah. Show all posts
Showing posts with label Sejarah. Show all posts

Sumpit Pasukan Dayak Bikin Gentar Penjajahan Belanda

Opoae ~ Setiap Suku di Indonesia mempunyai alat atau senjata masing-masing. Sejak jaman dahulu yaitu pada jaman nenek moyang kita, tidak secanggih sekarang, peralatan yang mereka gunakan adalah peralatan tradisional yang mereka bikin sendiri. Namun jangan anggap remeh senjata tersebut, walau hanya sederhana senjata tersebut mampu membunuh mahluk hidup yang ada di dunia ini. Seperti artikel saya berikut ini yang membahas tentang senjata dari daerah suku Dayak. Anda pasti sudah tau kan apa senjata dari daerah ini? Tanpa panjang lebar lagi berikut saya uraikan tentang senjata dari Suku Dayak ini.

Di masa penjajahan Belanda, Kalimantan yang berhutan lebat jadi kawasan paling ditakuti para kumpeni. Meskipun persenjataan mereka sangat lengkap dan canggih di masa itu. Apa alasannya ?

Penyebab yang membuat pihak penjajah gentar itu adalah anak sumpit yang beracun milik prajurit-prajurit Dayak. Sebelum berangkat ke medan laga, mereka mengolesi mata anak sumpit dengan getah pohon ipuh atau pohon iren. Dalam kesenyapan, mereka beraksi melepaskan anak sumpit yang disebut damek.




http://www.opoae.com/2013/04/sumpit-pasukan-dayak-bikin-gentar.html

"Makanya, tak heran penjajah Belanda bilang, menghadapi prajurit Dayak itu seperti melawan hantu," tutur Pembina Komunitas Tarantang Petak Belanga, Chendana Putra.

Tanpa tahu keberadaan lawannya, tiba-tiba saja satu per satu serdadu Belanda terkapar, membuat sisa rekannya yang masih hidup lari terbirit-birit. Kalaupun sempat membalas dengan tembakan, dampak timah panas ternyata jauh tak seimbang dengan dahsyatnya anak sumpit beracun.

Tak sampai lima menit setelah tertancap anak sumpit pada bagian tubuh mana pun, para serdadu Belanda yang awalnya kejang-kajang akan tewas. Bahkan, bisa jadi dalam hitungan detik mereka sudah tak bernyawa. Sementara, jika prajurit Dayak tertembak dan bukan pada bagian yang penting, peluru tinggal dikeluarkan. Setelah dirawat beberapa minggu, mereka pun siap berperang kembali.

Penguasaan medan yang dimiliki prajurit Dayak sebagai warga setempat tentu amat mendukung pergerakan mereka di hutan rimba.

"Karena itu, pengaruh penjajahan Belanda di Kalimantan umumnya hanya terkonsentrasi di kota-kota besar tapi tak menyentuh hingga pedalaman," Chendana.

Tak hanya di medan pertempuran, sumpit tak kalah ampuhnya ketika digunakan untuk berburu. Hewan-hewan besar akan ambruk dalam waktu singkat. Rusa, biawak, atau babi hutan tak akan bisa lari jauh. "Apalagi, tupai, ayam hutan, atau monyet, lebih cepat lagi," katanya.

Bagian tubuh yang terkena anak sumpit hanya perlu dibuang sedikit karena rasanya pahit. Uniknya, hewan tersebut aman jika dimakan. "Mereka yang mengonsumsi daging buruan tak akan sakit atau keracunan," kata Chendana.

Baik hewan maupun manusia, setelah tertancap anak sumpit hanya bisa berlari sambil terkencing-kencing.

"Bukan sekadar istilah, dampak itu memang nyata secara harfiah. Orang atau binatang yang kena anak sumpit, biasanya kejang-kejang sambil mengeluarkan kotoran atau air seni sebelum tewas," pungkas Chendana.

Demikian sedikit informasi dari saya. Semoga menambah wawasan anda. Salam....

Baca Juga:  
Sumber: http://otakberita.blogspot.com/2013/04/ganasnya-senjata-sumpit-suku-dayak.html
{[['']]}

Gamabar Wajah Asli Orang Mesir Kuno Tahun 2000 SM


[imagetag]
Opoae ~ Tahukah Anda bagaimana wajah orang Mesir kuno? Mungkin jawabannya dapat ditemukan pada lukisan-lukisan yang terpajang di Perpustakaan John Rylands.

Benda berharga itu merupakan hibah dari salah seorang pengusaha Jesse Haworth kepada Museum Manchester di tahun 1921. Menurut pendapat kurator museum Campbell Price, bahwa lukisan-lukisan wajah tersebut adalah potret Favum modern.

Price menyatakan kekagumannya pada lukisan wajah yang dipajang, sebab menurut dia orang-orang yang ada di dalam gambar seolah-olah orang Yunani atau Romawi. Bukannya orang Mesir kuno. Hal ini menunjukkan beragam dan majunya kebudayaan Mesir di zaman 2000 tahun silam.

Walaupun lukisan ini telah berumur 2000 tahun lamanya, tetapi yang mengherankan ialah penampilan orang-orang saat itu sangat modern. Apalagi bila melihat perhiasan dan gaya rambut yang mereka miliki. Sehingga orang Mesir kuno tidaklah sama seperti mumi saat dirias atau didandani.

Di sisi lain, pameran tersebut juga memajang Injil Maria asli yang diperkirakan ditulis langsung oleh Maria Magdalena. Seorang kurator pendamping yakni Professor Kate Cooper mengatakan bahwa di dalam Injil tersebut menyimpan sejarah yang terlupakan oleh bangsa Eropa.

Seperti tulisan yang menyatakan bahwa wanita seharusnya mempunyai peran aktif dalam Gereja Kristen, misalnya menjadi salah seorang pemimpin. Namun pendapat tersebut ditekan habis-habisan oleh kaum Gereja di abad pertengahan.

Baca Juga:  
Sumber: http://dicopasdong.blogspot.com/2013/02/inilah-wajah-asli-orang-mesir-kuno-2000.html
{[['']]}
 
Copyright © 2011. Info Didunia - All Rights Reserved
Proudly powered by Blogger